Antologi Keenam: OMG, My Mom!

Telah terbit!
Antologi OMG, My Mom!
Buku gokil yang bikin ngakak

Judul : OMG, My Mom!
Penerbit : Kamoe Publishing House
Harga : Rp. 25.000 (Harga Promosi)

Sinopsis:
Gubraaak! Mama bikin ulah lagi! mmmpph… gemeees!

Ternyata, ibu-ibu gokil juga, ya? Enggak kalah sama anak muda. Ada yang suka main game, mengeringkan cucian di magic jar, bayar bengkel pakai bacem, hobi tebar jempol di facebook…
Aduh, pokoknya kocak, deh.
Dan anak-anaknya… huaaa.. pengen ditelan bumi saat itu juga!

Tujuh belas penulis buka-bukaan membeberkan kisah mereka bareng Mama tercinta yang tingkahnya ajaib banget. Norak, konyol, lebay, dan unik. Penasaran, kan, bagaimana serunya?
Yuk, baca habis buku ini!

***
Baca buku ini bisa bikin awet muda, sekaligus obat anti galau.
Karena ketawa itu sehat, ayo ketawa sepuasnya bersama OMG, My Mom!Image

 

Antologi Kelima: Komedi Putar

Judul : KUNTI, I LOVE YOU & KOMEDI PUTAR –2 in 1 Book –
Penulis : @pokun_agp & @gokil_agp
Tebal : 260 Halaman
ISBN : 978-602-7692-06-0
Harga : Rp. 41.000,- (belum termasuk Ongkir)
Dapatkan di Toko Buku Gramedia terdekat di Kota Anda (Display awal Agustus)

@ pokun_agp

| Kamal Agusta | Alisia Adela Meilisia | Angger Minerva | Annisa J. Moezha | Awiek Libra | Bayu Rhamadani W | Bintang Kirana | Chie Chera | Deti Mega P | Dhesfi Kedavra | Dian A. Yuan | Dyah Nyenk | Fanny Ys | Heri Kurniawan | Hilal Ahmad | Javas Nugroho | Jo Han Syah | Juliana Wina Rome | Ida Silvia | Ipung Arrafa | Ivan Tirdianata | Tiandii Langit Ara | Mega Melina Dewi | Peri Ungu | Miladani Iing Nadari | Nai Azura | Nelvianti Virgo | Nenny Makmun | Nia Anisa Aldianti | Raskha Santosa | Rina D. Apriliana | Riskaninda Maharani | Risty Arvel As-Sauqi | Nanda Ochi | Setiawan Febriyanto | Sri Endang Ayu | Tommy Alexander | Ugahari | Wenny | Yandika Welra| Yetik Afriana | Zahara Putri | Zya Verani | Dedi Prestiadi |

==============================================================
@gokil_agp
Idha Dian Nurwahida ~ Haris Firmansyah ~ Awiek Libra ~ Eramayawati ~
Rani Agustina Wulandari ~ Vindy Putri ~ Samudrawan Kertapati ~
Ade Wikytama ~ Asni Ahmad Sueb ~ Ibna Nurul Fuaddina ~ Zaviera Taries ~
Ummu Fatimah Ria Lestari ~ Uda Agus ~ Nai Azura ~ Resty Gipi ~ Mezia Kemala Sari ~ Wicha SB ~ Yenny N ~ Maghfiroh Az Zahra ~ Nurhikmah Tenri Pada ~ Zuifa Sanashalaufa ~ Sarni Al-Boegisy ~ Chie Chera ~ Haqqy Luthfita ~ Micka oboedeny ~ Dyah Nyenk ~ DeepPurple ~ Nay Riskara ~ Zya Verani ~ Adi Saputra ~ Nur Aliah Saparida ~ Nurdiani Latifah ~ Munadry Aslam ~ Tri Lego Indah F N

===============================================================
SINOPSIS

Dua buku yang kami jadikan satu ini, akan membuatmu tertawa terpingkal. Buku ini di satu sisi akan membawamu diajak tersenyum bersama Pocong yang romantis namun gokil. Di sisi lain akan mengajakmu tersenyum membaca kekocakan penulis yang menuturkan kejadian ter-gokilnya di masa lalu. Penasaran? Segera baca dan nikmati tulisan para pemenang audisi “POKUN AGP dan GOKIL MOMENT AGP” ini. Dapatkan dua sisi berbeda yang sama nikmatnya bersama nikmatnya secangkir kopi ini di Toko Buku Gramedia terdekat di Kota Anda yang akan display sekitar awal Agustus.
Image

 

Antologi Keempat: Karena Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

Judul: Karena Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu
Penulis: Okti Li, Endang Ssn, dkk.
Penerbit Smart-Writing
Tebal: 164 hlm
Ukuran: 14×21 cm
Terbit: September 2012
ISBN: 978-602-18845-2-2
Harga Pre-Order: Rp 36 ribu (belum masuk ongkos kirim)

Diskon:
*Diskon 20% minimal order 5 eksemplar dan gratis ongkos kirim.

Sinopsis:

Dekapan cinta Ibu selalu tersedia setiap waktu untukku. Namun, cara Ibu mendekapkulah yang berbeda dari waktu ke waktu. Ketika aku belajar berjalan, Ibu selalu ada untuk membimbingku, memberiku semangat. Ketika aku belum fasih berjalan dan sesekali terjatuh seketika Ibu langsung menggendong dan mendekapku dengan penuh kehangatan. Dalam dekapan cintanya, Ibu memberikan aku semangat untuk terus belajar berjalan. Hingga tepat usiaku menginjak satu tahun, aku bisa berjalan ke sana kemari dengan tak sesekali jatuh lagi. Terima kasih Ibu.
Dapatkah aku menggambarkan keelokan wajah Ibu? Eloknya lebih indah dari matahari dan bulan. Bulatan hitam bola mata yang begitu pekat menawan, sentuhan jemari tangan yang halus melebihi halusnya sutra, tutur katanya lembut dan penuh kasih sayang. Jika aku membayangkan kesempurnaan seorang bidadari maka bidadari itu Ibu. 

Kisah-kisah tentang cinta dan bakti kepada Ibu tersusun manis dan inspiratif dalam buku ini. Setiap kita lahir dari rahim Ibu, tumbuh dan besar karena cinta kasih sayangnya tanpa pamrih. Masing-masing kita mempunyai kisah yang tak terlupakan dengan bidadari penuh cinta yang kita panggil Ibu. Dalam buku ini, semuanya tersusun indah, menawan, dan mengharuh-biru kenangan tak terlupa tentang sosok Ibu.

Kontributor:
1) Anak Kangen Ibu: Generasi Babu oleh Okti Li
2) Berkaca pada Mama oleh Ade Tuti Turistiati
3) Bidadari itu Mama oleh Sherlly Ken Anaqah Hamidah
4) Bila Ibu Tersenyum oleh Salma Keant
5) Cepat Sembuh Mama oleh Ritsa Mahyasari
6) Cermin Jiwa Teristimewa oleh Prima Sagita
7) Binarnya Ibu Harunya Pendidikan oleh Rezka Gustya Sari
8) Dalam Perjamuan Rindu oleh Abdullah Saiful Azzam
9) Dekapan Cinta Ibu oleh Festia Gaby
10) Dia Sempurna di Mataku oleh Eva Riyanty Lubis
11) Dialog Hati oleh Asni Ahmad Sueb
12) Dimensi Rindu oleh Riri Maretta R.
13) Derita = Cinta Nyata oleh Nur Habibah
14) Tetesan Air Mata Cinta oleh Eko Apriansyah
15) Ibuku Pahlawanku oleh Nurul Sufitri
16) Lebaran Tanpa Ibu oleh Alin You
17) Terima Kasih Ibu oleh Annisa Hilda Adliany
18) Ayam Goreng Kakek Kriuk oleh Windi Widiastuty
19) Dongeng Ibu Sebelum Tidur oleh Purba Sari
20) Tentang Ibu oleh Ematul Hasanah
21) Hikmah di Balik Titah Sang Bunda oleh Chinglai Li
22) Ibu dalam Kenanganku oleh Yathi Hasta
23) Ibu dan Hujan Sahabatku oleh Mamiek Kamil
24) Ibu Pahlawan Sejatiku oleh Hengki Kumayandi
25) Ibuku Wonder Women oleh Diewan Wulan Ai
26) Kado Tak Sampai oleh Nurlaili Sembiring
27) Karena Cintanya Memang Berbeda oleh Elang Biru 
28) Kasihnya Memang Hangat oleh Rurin Kurniati
29) Kenangan yang Tak Kan Putus oleh Sjahrijati Yati Rachmat
30) Kepada yang Terindu, Ibu oleh Juwita Purnamasari
31) Kidung Rindu untuk Emak oleh Awiek Libra
32) Sayap Putih oleh Ali Syafrudin
33) Medali untuk Ibu oleh Kang Mishbach
34) My Mom, My Hero oleh Cellia Cordhitta
35) Malaikat Senja oleh Ikha Alfhatunnisa
36) Ibuku, Asa yang tak Pernah padam oleh Maya Uspasari
37) Mencium Tangan Ibu oleh Ady Azzumar
38) Pelampung dan Rumah Impian oleh Sofia Orlando
39) Rembulan dari Bunda oleh J. Hanniraya
40) Rindu Ka’bah Bersama Mamak oleh Raudah Abu Hanifah
41) Rumah Mande (Ibu) oleh Irhayati Harun
42) Sebelum Mengekalkan Waktu oleh AD Rusmianto
43) Sehari Sebelum Pernikahan oleh Dian Nafi
44) Selembut Kasih Bunda oleh Eramayawati
45) Seputih Kasih Mama oleh Zahra Qomara
46) Skizofrenia oleh Endah Wahyuni
47) Terima Kasih Ibu oleh Ai Nuryati
48) Tetap Kuat di Kala Senja oleh Elys Zamany
49) Senyuman Ketegaran Ibu oleh Annisa Sofia Wardah
50) Ramadhan Istimewa oleh Apriliana Wakhidah
51) Dewi Kuntiku oleh Arista Dewi
52) Dalam Dekapan Ibu oleh Darmawan Budi
53) Impianku dan Doa Ibu oleh Dewi Syafrina
54) Perempuanku oleh Endang SSN
55) Ibu, Cintaku Tetap Utuh oleh Erpin Leader
56) Ibu, Cintamu Abadi Bersemayam di Hatiku oleh Fath WS
57) Pendonor Daging oleh Sandza
58) 20 Syurga untukmu Mah… Bahkan Lebih oleh Kicaka Alangkara 
59) Gadis Pemanjat Atap oleh Okti Li
60) Teknisi yang Andal oleh Mustika Wildasari
61) Masa Kecil dengan Sepatu Roda oleh Nenny Makmun
62) Aku Ingin Dekat Denganmu oleh Nita Sweet
63) Rebahku di Pangkuan oleh Opik Hidayat
64) Katering Ibu Entin oleh Petra Shandi
65) Bolu Kukus oleh Wangi Kesturi
66) Hari Ini Tanpa Mama oleh Riezqy Ananda Syurgawi
67) Dalam Tidak Sadarmu, Ada Namaku oleh Riskaninda Maharani
68) Ibuku, Cinta dan Kesabaran oleh Sucianik Ayda Divi
69) Now I Know oleh Sugiarti Ahmad
70) Menjadi Bolang di Semarang oleh Tha Artha
71) Terima Kasih Bu Bidanku oleh Thera Chibonk
72) Mentari di Balik Awan oleh Tommy Alexander Tambunan
73) Aku, Hujan, dan Ibu oleh Vita Sophia Dini
74) Kenangan Kita, Bu oleh Wery Astuti
75) Hidayah Mama oleh Yulina Trihaningsih
76) Emak dengan Sekantung Jamur Merang oleh Zuifa SanashalaufaImage

Sang Juara: Antologi Ketiga

Antologi ini merupakan kumpulan cerita motivasi yang mendorong orang yang lain percaya bahwa keberhasilan adalah milik orang-orang yang tak pernah berhenti berjuang dan jalan keluar selalu ada jika kita tak pernah menyerah.Image

 

Antologi Dreams and Hopes

Antologi Dreams and Hopes  adalah antologiku yang pertama. Dalam buku ini ada 28 tulisan tentang mimpi dan harapan yang diharapkan mampu menginspirasi pembacanya untuk tetap berjuang. Meski genre buku ini adalah fiksi, namun ceritanya pasti banyak orang pernah mengalaminya di dunia nyata. Sebab mimpi dan harapan adalah bagian penting dari hidup sukses yang ingin kita raih. Maka, tidak heran kalau buku ini harus hadir dalam rak buku favoritmu sebab kamu tidak akan menyesal memilikinya. Memiliki buku ini berarti memiliki mimpi dan harapan yang harus diperjuangkan untuk diwujudkan.Image

Wisata Sejarah di Kota Tua

Image

Sabang sangat terkenal dengan wisata baharinya. Semua orang pasti tahu tentang keindahan laut Pulau Sabang. Namun, apakah semua orang juga tahu bahwa pulau itu menyimpan sejuta sejarah? Benteng, meriam, bangunan tua, menjadi saksi bisu sejarah yang telah terukir di masa silam. Tanpa kata mereka bercerita tentang cerita masa lampau. Kita hanya tinggal memilih ingin mendengar atau tidak.

Kota Sabang tampak bagai kota tua karena masih banyak dijumpai bangunan-bangunan tua yang didirikan pada masa penjajahan Belanda, yang sengaja tidak dimusnahkan agar menjadi bukti sejarah. Menyusuri Pulau Sabang seperti menyusuri perjalanan kembali ke masa lalu. Jadi, ketika singgah di Pulau Sabang, selain menikmati keindahan lautnya, tak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru untuk melakukan perjalanan menguak sejarah yang terpendam.

Ada begitu banyak bukti sejarah yang masih tertinggal di kota tua ini. Tempat-tempat ini bisa dikunjungi jika ingin melakukan perjalanan wisata sejarah dan membantu kita mengenal sejarah.

Makam Eropa

Makam yang dinamakan Makam Eropa ini merupakan tempat disemanyamkannya warga sipil dan militer Eropa berkebangsaan Denmark, Yunani, Perancis, Jerman, dan terutama Belanda sejak tahun 1800-an. Makam ini terletak di Kota Atas. Ketika melihat makam ini kita akan langsung menyadari bahwa usianya sudah cukup renta karena kesan kunonya yang kentara.

ImageBenteng Pertahanan Pantai Jepang

Benteng Pertahanan Pantai Jepang 1942 terletak di kawasan Sabang Fair. Di kawasan ini dapat dijumpai beberapa benteng peninggalan Jepang.

ImageImage

Meriam

Tak jauh dari Benteng Pertahanan Pantai Jepang yang terletak di kawasan Sabang Fair,  ada pula tujuh meriam yang diatur berjejer. Meriam ini merupakan peninggalan Portugis, yang pada mulanya tersebar di beberapa tempat di Pulau Sabang diantaranya di situs battery ‘A’ Aneuk Laot 4 pucuk dan di situs battery ‘C’ Cot Ba’U 3 pucuk, pada bulan November 2003 oleh Letnan Dua Marinir M. Waluyo dipindahkan ke lokasi Sabang Fair untuk memudahkan melihatnya dan menghindari kerusakan serta hilang oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

ImageRumah Controleur

Sepintas rumah ini tampak biasa saja, tapi ketika melihat tulisan di depannya barulah kita sadari bahwa rumah ini menyimpan sejarah yang berharga. Di gedung inilah berlangsungnya proses serah terima Pulau Weh-Sabang dari tangan Belanda kepada Indonesia pada tahun 1950.

Image

Taman Raja

Taman yang dibangun oleh pihak Belanda pada tahun 1896 ini terletak di kawasan kota. Awalnya taman ini bernama taman raja-raja, diberi nama demikian untuk menghormati ratu Wihelmina di negeri Belanda yang disimbolkan dengan dibuatnya sebuah kursi ratu di taman ini. Tahun 1970 taman ini dipugar dan diganti namanya menjadi Taman Gembira, yang kemudian berganti nama lagi menjadi Taman Ria.

Image

Sekolah Kuno

Europees He Lagere School adalah sebuah sekolah tua yang dibangun oleh pihak Belanda pada tahun 1909. Sekolah dasar ini diperuntukkan bagi putra-putri Belanda serta anak-anak dari hulubalang yang ada di Sabang.

Image

Perumahan Sabang Maskapai

Woon Complex Sabang Maatschappij adalah Perumahan Sabang Maskapai yang dibangun pada tahun 1909. Letaknya berdekatan dengan Europees He Lagere School.

Image

Japanese Coastal Fortress (Benteng Pertahanan Pantai Jepang)

Benteng yang terletak di Tapak Gajah ini sedang dipugar, tampak para pekerja sedang menyulap benteng menjadi lebih indah dilihat. Pantai di pinggir benteng ini cukup indah. Dihiasi oleh  batu karang yang tidak terlalu besar ukuran tapi jumlahnya cukup banyak, yang bagian tengahnya melengkung sehingga terisi pasir putih, serpihan terumbu karang, kerang-kerang yang dibawa arus laut, dan digenangi air laut, sehingga tampaklah seperti kolam yang eksotik. Jadi, di sini kita juga bisa melihat benteng sambil menikmati keindahan pantainya.

Image

Gedung NV Zeehaven En Kolenstation Sabang

Gedung NV Zeehaven En Kolenstation Sabang dibangun pada tahun 1899, kantor yang dulunya mengurusi urusan yang berkaitan dengan pelabuhan Sabang ini sekarang telah dijadikan Bank Mandiri.

ImageBenteng Anoi Itam

Benteng ini terletak di atas bukit dan diantara pohon-pohon, harus menaiki tangga sebanyak tiga puluh anak tangga terlebih dahulu untuk sampai ke atas sana, lalu menyusuri jalan kecil di antara batu karang, dan di ujung jalan itulah benteng peninggalan Jepang itu berada. Jika kita melayangkan pandangan ke depan, kita akan disuguhkan oleh pemandangan yang memukau. Padang rumput yang hijau luas terbentang, laut biru seakan menyatu dengan birunya langit, karang-karang menjulang tinggi. Keindahan yang sempurna. Benteng ini banyak diminati turis asal Jepang untuk mengenang leluhur mereka yang gugur di medang perang, mengunjungi tempat ini mereka sebut sebagai wisata ziarah.

Image

Rumah Sakit Jiwa

Di depan rumah sakit jiwa ini ada tembok bertuliskan “Krankzinnigen Gesticht 1924 (Rumah Sakit Jiwa 1924)”. Kompleks rumah sakit jiwa yang dibangun pada tahun 1924 dengan kapasitas 1200 pasien ini memiliki luas area sekitar 20 Ha, dengan rancangan arsitektur Pieter M. Van Der Veen. Pada masa pendudukan Jepang, rumah sakit ini menjadi barak militer tentara Jepang. Sekarang, rumah sakit ini telah diubah menjadi Rumah Sakit TNI.

Image

Asrama Haji Yang Pertama

Di Pulau Rubiah, kita akan menemukan tembok bertuliskan “Karantina Haji Pulau Rubiah Sabang”. Pada era 60-an pulau ini memiliki nilai yang sangat penting untuk masayarakat Islam di Aceh yang akan melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Di pulau inilah dibagun asrama haji pertama. Selain asrama haji, dahulu juga terdapat pelabuhan khusus untuk kapal-kapal yang berangkat membawa jamaah haji. Kapal-kapal yang mengangkut calon jamaah melalui Selat Malaka transit terlebih dahulu di sini. Inilah mengapa Aceh disebut Serambi Mekah.

Image

Selain tempat-tempat yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi peninggalan sejarah di kota yang diberi gelar kota seribu benteng ini. Melihatnya langsung akan memberi kesan yang berbeda dengan hanya sekedar membaca. Jadi, lihatlah sendiri bagaimana bukti sejarah itu ada untuk mengisahkan cerita masa lalu kepada anak cucu.

Banda Aceh, 21 November 2012